PEMANTAUAN UDARA AMBIEN DENGAN METODE PASSIVE SAMPLER

20 November 2015 | By admin in Lingkungan Hidup
User comments

Pemaparan Alat Passive Sampler di titik pantau Transportasi

Teknik sampling kualitas udara berdasarkan lokasi pemantauannya terbagi dalam dua kategori yaitu teknik sampling udara emisi dan teknik sampling udara ambien. Teknik sampling udara emisi adalah teknik sampling yang dilakukan langsung pada sumber pencemar, seperti cerobong pabrik dan knalpot kendaraan bermotor. Sedangkan teknik sampling kualitas udara ambien adalah sampling kualitas udara yang dilakukan pada media penerima polutan udara/lingkungan sekitar.

Untuk sampling kualitas udara ambien, teknik pengambilan sampelnya terbagi dalam dua kelompok besar yaitu pemantauan kualitas udara secara aktif (konvensional) dan secara pasif. Passive sampler merupakan peralatan sampling udara yang digunakan untuk mengambil sampel SO2, NO2, O3 dan NH3 dari udara ambien. Prinsip kerjanya tidak membutuhkan power listrik karena bersifat pasif dimana alat ini berbentuk bulat dan didalamnya terdapat kertas filter yang sudah diberi cairan khusus dari bahan kimia yang fungsinya untuk menangkap gas yang ada di udara ambien dalam waktu tertentu.

Direktur Jendral Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan dalam sambutannya saat pembukaan Rakernis Pemantauan Kualitas Udara Ambien dengan Metode Passive Sampler tanggal 14-16 September 2015 lalu, mengatakan bahwa udara ambien yang sehari-hari biasa kita sebut sebagai udara merupakan komponen kehidupan yang sangat penting untuk manusia dan mahkluk hidup lainnya seperti tumbuhan dan hewan. Berbeda dengan air yang kita minum, kita tidak dapat memilih udara yang kita hirup. Jika udara telah tercemar maka akan sulit untuk membersihkannya.

Beliau menambahkan bahwa berkaitan dengan kesehatan masyarakat pada umumnya, untuk mengetahui tingkat pencemaran udara di suatu wilayah maka diperlukan pemantauan kualitas udara ambien yang selanjutnya diformulasikan dalam indeks kualitas udara (IKU). Selama tahun 2012 s.d 2014, Indeks Kualitas Udara (IKU) Nasional mengalami kenaikan dari angka 79,61; 80,17 dan 80,54. Pada tahun 2015 ini Indeks Kualitas Udara Nasional akan segera dihitung dengan data yang diperoleh dari kegiatan pemantauan udara metode Passive Sampler yang rencananya akan dilakukan di 200 kab/kota dan 34 kota provinsi selama Oktober s.d November 2015.

Sejak tahun 2011, BLH Kabupaten Barito Selatan telah mengikuti program yang dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (sekarang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) tersebut. Di tahun 2015 ini, akan dilakukan dua kali pemaparan alat sampling passive sampler. Adapun titik sampling yang digunakan ada 4, yaitu kawasan perkantoran, pemukiman, transportasi dan industri. Kawasan perkantoran dipasang di kantor UPTB Laboratorium Lingkungan BLH Kabupaten Barito Selatan di jalan Bandara Sanggu (Sababilah). Kawasan pemukiman dipasang di Perumnas Sababilah I (Sababilah). Kawasan transportasi di Taman Menjangan jalan Pahlawan (Buntok) serta kawasan industri di areal kantor PT. Bumi Asri Pasaman (BAP) di Danau Sadar.

Setelah dipaparkan selama dua minggu, kemudian alat tersebut dilepas dan dikirimkan kembali ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui PT. Anugrah Analisis Sempurna (AAS) sebagai pihak ketiga yang ditunjuk untuk menganalisisnya di laboratorium. Hasil pemantauan udara ini akan digunakan dalam menghitung indeks kualitas udara (IKU) yang bermanfaat dalam penyusunan indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH) Indonesia dan untuk penyusunan laporan status lingkungan hidup Indonesia maupun daerah.

Untuk itu dihimbau kepada warga Barito Selatan agar dapat menjaga dan memelihara saat pemaparan alat maupun tiang pancang yang digunakan untuk pemasangan alat Passive sampler tersebut. Karena tahun depan tiang tersebut masih digunakan.

Leave a Comment